Learn Bugis Language - Lontara Bugis (Cara Mudah Belajar Bahasa Bugis), Part 1

The Introduction of Lontara Bugis, Bugis Language in South Sulawesi, Indonesia

In South Sulawesi, There are four major language in south sulawesi usually used on daily conversation, They are Bugis, Makassar, Mandar and Toraja Language. The old people of South Sulawesi wrote something like letter, art and literature with symbol or unique character, at the time we know as Lontara. The writing process using Lontara for those language is generally same. Therefore, The writer on this blog would try to review or introduce The Lontara from the Bugis perspective. Lontara which is known by the Society of South Sulawesi has 23 symbols or characters and 5 marks. They are Ka, Ga, Nga, NgkaPa, Ba, Ma. Mpa Ca, Ja, Nya, Nca Ta, Da, Na, Nra Ya, Ra, La, Wa and Sa, A, Ha. The Marks are i, u, e, é, o. For attention, There is no consonant in Lontara Alphabetic.

Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
 The first grop is Ka, Ga, Nga and Ngka. These characters are categorized on velar sound. It is articulated by the back of lip with soft palate. How To pronounce this first group of letter. See the following,
Symbol 1     Ka /kɑ/    like /kɑ/    → in ‘Calm  /lm/
Symbol 2    Ga /ga/     like /gɑ/    → in ‘Guide /ɪd/   
Symbol 3    Nga /ŋɑ/     like /ŋɑ/     → in ‘Hunger /ˈhʌŋr/
Symbol 4    Ngka /ŋkɑ/    like /ŋkɑ/ → in ‘Bangka Island /Bɑŋkɑ ɑɪ•lənd/

Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
The Second Group is 'Pa, Ba, Ma and Mpa'. These characters categorized on labial sound  (bilabial). It is articulated by the two of lips on close potition. How To pronounce this second group of letter, See the following:
Symbol 5     pa /pɑ/    like /pɑ/     → in ‘palm /m/, /lm/
Symbol 6    ba /bɑ/     like /bɑ/    → in ‘bar /:/, /:r/   
Symbol 7    ma /mɑ/    like /mɑ/ → in ‘Mart /rt/
Symbol 8    mpɑ /mpɑ/     like /mpɑ/ → in ‘F. Lampard /F. læmpɑ:d/
Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
The third Group is ca, ja, nya and nca. These characters are categorized on Palato-Alveolar Sound. How To pronounce this third group of letter, see the following:
Symbol 9     ca /tʃɑ/    like / tʃɑ/ → in ‘chart /tʃɑrt/, / tʃɑ:rt/
Symbol 10    ja  /dʒɑ/    like /dʒɑ/→ in ‘jar /dʒɑ:r/,  /dʒɑ:r/   
Symbol 11    nya /nyɑ/     like /nyɑ/ → in ‘ …………………
Symbol 12    ncɑ /ntʃɑ/     like /ntʃɑ/→ in ‘uncharted /ʌntʃɑr.tɪd/

Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
 The four group is categorized on Alveolar sound. It was articulated by The end of Tongue with teeth ridge. They are Ta, Da, Na and Nra. How To pronounce this third group of letter, see the following:
Symbol 13     ta /tɑ/    like / tɑ/ → in ‘tart /rt/
Symbol 14    da  /dɑ/    like /dɑ/    → in ‘dark /rk/   
Symbol 15    na /nɑ/     like /nɑ/ → in ‘nark /:rk/
Symbol 16    nrɑ /nrɑ/     like /nrɑ/→ in ‘inroads/ ɪnroʊdz/
Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
The Fifth group is 'Ya, Ra, La and Wa'. Ya is palatal, Ra and La is alveolar, Wa is bilabial sound. How To pronounce these group of letter, see the following:
Symbol 17     Ya /ya/    like /yɑ/ → in ‘yard /rd/
Symbol 18    Ra  /rɑ/    like /rɑ/    → in ‘rank /ŋk/   
Symbol 19    La /lɑ/     like /lɑ/ → in ‘larch /:rtʃ/
Symbol 20    Wa /wɑ/     like /wɑ/→ in ‘what /hwʌt/, /wʌt/, /ht/, /wɑt/, /hwət/, /wət/
Language in South Sulawesi, Bugis Language, The Heaven of South Sulawesi
The last group is 'Sa, A and Ha'. Sa is alveolar, A is vowel and H is glottal sound. How To pronounce these group of letter, see the following:
Symbol 21     sa /sɑ/    like /sɑ/ → in ‘sari /:ri/
Symbol 22    A  /ɑ/    like /ɑ/    → in ‘art /ɑ:rt/   
Symbol 23    Ha /hɑ/     like /hɑ/ → in ‘hide /id/

This all about the 23 of symbols (Bugis Alphabet, Lontara).  We will discuss about the five of mark on the next articles. Hopefully, This Article will give the readers the knowledge for Lontara of Bugis Language.

(Brur AA, Makassar 2012)

3 Submit your comment here:

Pada idi pade elo, sipatuo sipatokkong.
Assalamu Alaikum Warhmatullaahi Wabarakatuh.
Salam Untuk Semua, dan Selamat Tahun Baru 2013.
Saya, Imran Jamal, domisili BALI.

Mau share sekaligus pertanyaan untuk kemajuan bahasa Bugis kita, terutama Aksara Bugis untuk tujuan penulisan.

Saya menemui beberapa kendala, seperti :
A. So far, kita hanya memiliki 4 bunyi dengung : NGKA, MPA, NRA, NCA
B. Saya tidak menemukan alat bantu untuk menulisan DOUBLE CONSONANT

Beberapa contoh :
1. Aksara LALE : bisa terbaca LALENG dan LALE
2. Aksara MALEKO : bisa terbaca MALEKO, MALEKKO, MELLEKO, MALEKKO, MALLEKKONG
3. Akasa BUJU : bisa terbaca BUJU dan BUJUNG
4. dan saya kewalahan menulis nama saya IMRAN JAMAL, karena tidak setuju kalau ditulis : IMERANE JAMALE Walau itu lilihan terbaik daripada IRA JAMA. Begitu pula kalau kita tulis nama BAMEBANGE for Bambang atau ANEDI for ANDI.

Atas kesepakan PEMBIASAAN, kita bisa menerima ARU PALAKA sebagai ARUNG PALAKKA, tapi PEMBIASAAN ITU bukan solusi karena kitapun berkeinginan penutur dan pemakai Aksara Bugis nantinya bukan hanya Etnis bugis, tetapi etnis lain yang memberi peluang memakai Aksara Bugis untuk bahasa lain. Misalnya NGAJENG (BAHASA BALI) nantinya bisa ditulis sesuai bunyi.....bukan tertulis dalam aksaea kita NGAJENGE. Atau WONDERFUL (INGGRIS) tidak tertulis WONEDEREFULE.

Intinya ada kendala dalam bunyi : DOUBLE KONSONAN dan BUNYI HURUF MATI

Bahasa bugis berpotensi menjadi bahasa besar karena penuturnya sangat besar (tanah bugis dan perantau bugis), dan dinamika sosial etnis bugis sangat tinggi sehingga. Apabila Aksara Bugis semakin flexible, maka penututr non-bugis bisa jadi lebih tertarik mempelajari budaya bugis, sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara.

Akhirnya, dalam hal pembaruan dan penyempurnaan (sebagaimana kita memperbaiki bahasa Indonesia), perlu dibicarakan bersama, baik dari sisi masyarakat budaya dan TO MATOA KITA, juga dari kalangan akademisi (Fakultas Sastra di Universitas2 yang membidangi), supaya masalah DOUBLE KONSONAN dan BUNYI HURUF MATI bisa kita sempurnakan bersama.

Mari bangga bisa berbahasa dan menulis Aksara BUGIS, mari bersatu dalam konteks Bangsa Indonbesia yang besar, damai, dan saling menghormati sesama anak bangsa tanpa melihat Ras, Etnis, Agama, muasal keturunan.

Terima Kasih.
Imran Jamal
Bali.

Balas

Waalikumussalam WrWb
memang betul apa yang bapak utarakan di atas adalah benar adanya. salah satu kendala dalam aksara bugis-makassar adalah dalam hal penanda double consonant dan bunyi huruf mati. dan kami pun berharap semoga masalah ini dapat segera di atasi dengan pembaharuan aksara lontara untuk penanda tersebut. Tapi kalau tidak salah beberapa bulan lalu, aksara tersebut dalam proses pembaharuan yang dilakukan di gowa sebagai sumber awal dari aksara tersebut

Balas

Semoga Blog yang saya buat ini bisa bermanfaat bagi generasi pencinta Bahasa Bugis.
Ada photo dan video yang bisa dijadikan referensi, termasuk bagaimana cara mematikan huruf.
Selamat Belajar.
http://menulisaksarabugis.wordpress.com/

Balas

Copyright © 2010. The Heaven of South Sulawesi - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib, Proudly powered by Blogger
-->